Menu

Ein Haus in Bali by Sinta Tantra

Dari instrumen Colin McPhee, Sinta Tantra memainkan torehan warna di atas kanvas untuk merealisasikan bentuk visual sesuai dengan iramanya pada ekshibisi A House in Bali.

Bali sudah menarik hati para pendatang sejak era tahun 1920. Kemurnian budaya dan tradisinya mampu memberikan kenangan yang dapat membuahkan inspirasi, salah satu kisah dari wisatawan Colin McPhee yang merupakan komposer dari Kanada saat mengunjungi Pulau Dewata tersentuh akannya suara tona gamelan. Memakan waktu satu tahun, McPhee mempelajarai cara menyalurkan suara abstrak dari gamelan yang dapat dituangkan menjadi notasi musik khas Barat. Usai hasil eksplorasinya, Colin McPhee melansir buku yang menceritakan sejarah tradisional musik, dan budaya di Bali dengan judul A House in Bali. Buku yang sudah terbit sejak 1947 memengaruhi seniman Indonesia Sinta Tantra untuk menuangkan pengalaman sang komposer ke dalam karya seni sesuai dengan karakternya.

Mendengarkan instrumen Colin McPhee, Sinta Tantra memainkan torehan warna di atas kanvas untuk merealisasikan bentuk visual sesuai dengan iramanya. "Saya menjiwai irama musiknya dan menggambarkan apa yang ada dibenak saya." Tuturnya saat menjelaskan beberapa karyanya yang bertajuk A House in Bali pada tanggal 9 November 2017. Melihat kepiawan sang seniman, Deborah Iskandar sebagai pendiri ISA Art Advisory dan situs Indonesian Luxury mengajak salah satu showroom di Jakarta Laflo untuk menata kediamannya menjadi hunian layaknya di Bali dengan paparan hasil karya Sinta Tantra. Tidak hanya dituangkan diatas kanvas, Sinta Tantra mendesain sampul untuk lini minuman Johnnie Walker sesuai dengan tona instrumen A House In Bali. Ekshibisi yang akan diselenggarakan ini akan berlangsung hingga 24 November pada showroom Laflo untuk para pencinta seni yang ingin meraskan efek visual dari hasil eksplorasi Colin McPhee. Klik disini untuk melihat hunian kota dengan model rumah pantai.

Read more...

Epilogue Scene for Jakarta Culinary Feast in 2017

Ismaya Live hadir kembali dalam menawarkan festival kuliner untuk para komunitas pencinta gastronomi kota Jakarta.

Lima tahun jeda dalam menyuguhkan rangkaian acara untuk komunitas pencinta gastronomi, kali ini Ismaya Live mengahadirkan kembali festival kuliner berskala besar. Bertempatan pada tanggal 16 dan berakhir pada 19 November 2017, kehadiran Jakarta Culinary Feastival atau JCF singkatnya  akan diadakan di Senayan City dengan tenda besar yang memiliki banyak kegiatan. Menghadirkan banyak tenant-tentant, food truck, dan tidak terlupakan juru masak legendaris Sisca Soewitomo dan juru masak kelas internasional Chris Salans untuk memenuhi selera Anda sesuai dengan karakter khasnya. Kendati demikian, dengan ke empat konsep yang diklaim sebagai pilar acaranya yaitu taste, sip, learn, dan fun. Jakarta Culinary Feastival kali ini mengadakan kembali cooking theater, workshop, market yang akan dipandu oleh para pakar kuliner. 

Tahun ini Ismaya Live bersinergi dengan platform transportasi online Go-Jek dengan tujuan yang sama dalam mengedepankan industri kuliner Indonesia. Untuk memudahkan para perserta, salah satu bentuk kolaborasi Go-Jek menghadirkan dua puluh tenant popular yang biasanya ditemukan di Go-Food. Klik disini untuk melihat salah satu resep dari Chef Revo yang merupakan bintang kuliner pada Jakarta Culinary Feastival 2017.

Read more...
Subscribe to this RSS feed