Menu

Cool Cameo

Foto: Radja Siregar Foto: Radja Siregar

Duo peselancar beda negara ini sangat menyenangkan. Ketika menemuinya untuk pertama kali, Style&Decor langsung terpesona dengan cara santai yang mereka tunjukkan saat menyambut kami.


Mungkin bukanlah gambaran rumah dalam beberapa halaman ini yang terpikirkan saat memasuki pengawal hunian. Ruang yang ada ini justru berkesan urban dengan detail ornamen serta bentuk-bentuk geometris. Sangat kontras dengan aktivitas dan hobi yang digeluti.

Mereka adalah Tessa dan Jeremy, pasangan muda yang menempati rumah Modern di bilangan Jakarta Selatan. Penataan yang digunakan hanya mengandalkan ruang interior bercat putih dengan tambahan perabot buatan khusus yang berkesan minim namun tetap stylish. “Sesuatu yang simpel, jelas, dan ringkas selalu menarik bagi kami berdua,” ujar Tessa yang lebih banyak terlibat mengarahkan desain rumah ini kepada desainer produk dan interior, Alvin T.

Suasana alami terpancar dari material yang dipilih. Seluruh perabot yang ada menggunakan finishing natural untuk mengekspos detail dan tekstur kayu itu sendiri. Begitu pun dengan dominasi warna dalam rumah yang tak jauh dari penggunaan warna alam dan sentuhan androgini.

Oleh kreativitas Alvin T, tampilan diolah sedemikian terkait satu sama lain. Kesan relaks pun mendominasi. Mengintip area makan dengan desain kursi yang saling berlainan.

Desainer yang pernah bekerja pada Marcel Wanders Studio ini juga tak ragu mencontoh gaya Jengki pengawal tahun 50-an –adaptasi gaya aged American– pada beberapa perabot. Uniknya, dalam sebuah diskusi, tercetuslah ide membuat perabot custom yang diadaptasi dari hobi dan kesenangan mereka. Coba intip meja di ruang berkumpul yang pada bagian atasnya menyerupai bentuk papan selancar.

Dengan hobi dan minat yang menuntutnya untuk terus bereksplorasi itu, pasangan ini seringkali berkeliling berbagai kota dan negara lain untuk mencicipi hal-hal baru. Pemburuan barang dekorasi Vintage pun menjadi hal wajib. India, Afrika hingga Mongolia. Semua yang dibawanya pulang kemudian dipakai dalam rumah dan membuat hobi itu terus berlanjut.

“Rumah ini cukup mix. Kami menyukai Modern, namun disaat yang sama kami tak bisa meninggalkan era Vintage.Walau demikian, untuk keseluruhan tampilan rumah kami lebih memilih desain yang ringkas untuk menyelaraskan barang-barang Vintage yang kami miliki”, ucapnya.

Tak hanya negara lain, berbagai pulau dan kota di Indonesia pun juga dijelajahi. Sebagai penggemar motif geometris, kain tenun ikat jelas membuatnya jatuh hati. Ikat telah dijadikannya barang pasti untuk dikoleksi dan dipajang.

“Yang terpenting dari semua ini, kami tak menginginkan barang yang terlihat menarik namun tidak memiliki fungsi”, tambahnya seraya menutup pembicaraan di akhir perjumpaan.

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top