Menu

Ethnicphoria

Beberapa dari Anda mungkin sudah familiar dengan Le Souq, salah satu label interior decorating yang terletak di tengah keramaian jalan Kemang. Pemilik dari gerai ini, Mira Noordhoek Hegt, merupakan wanita asal Belanda dengan gaya Eklektik yang berani mencampurkan beberapa kebudayaan dan gaya. Sebelum menggeluti dunia decorating, ibu dua anak ini adalah seorang pengacara di salah satu badan hukum internasional selama empat tahun. Ketika itu, dirinya hanya melihat sisi seni yang mengalir dalam dirinya sebagai sebuah hasrat, dan tak pernah terpikirkan olehnya untuk menjadikan desain sebagai sebuah karir. Setelah menetap di Jakarta, barulah ia mulai membangun mimpinya menciptakan Le Souq, yang memiliki arti “Arabic Market”.

Pekerjaan suami membuat Mira dan keluarganya hijrah ke Jakarta. Melihat perkembangan seni kerajinan dan keterampilan Indonesia yang baik, dirinya merasa hal ini merupakan kesempatan besar untuk memulai hasratnya dalam desain produk. Ternyata langkah yang diambilnya adalah pilihan yang tepat. Tak lama setelah Le Souq berdiri, berbagai pembeli pun mulai berdatangan ke tokonya. Segala ide kreatifnya disalurkan melalui labelnya ini. Di saat ia tidak sedang mengerjakan project untuk Le Souq, Mira juga melakukan eksperimen dengan huniannya yang terletak di daerah yang sama.

Rumah Mira bersama keluarganya terinspirasi dari segala sesuatu yang ia temukan dari negara yang pernah ditempatinya, seperti Eropa, Amerika, Afrika, dan sekarang Asia. Saat ini dirinya mengakui sangat diilhami oleh kesenian China. Menurutnya negeri tirai bambu ini selalu membawa misteri ke sekelilingnya dan ia menyukai hal itu. Bentukan arsitektur Modern yang sederhana dipadukan dengan berbagai karya seni Etnik di dalamnya, hingga menciptakan rasa “love at first sight”.

Mira ingin menciptakan nuansa understated chic and luxurious dengan menggunakan pencahayaan dan perabot yang membuatnya  nyaman sekaligus menarik. Ia memilih semua material berkualitas dan mengisi rumahnya dengan berbagai karya seni kuno yang terlihat eksotik, seperti lukisan dan pajangan antik di tiap sisi. Indonesia termasuk dari salah satu sasaran koleksinya. Dengan cermatnya, ia memadukan furnitur asli Indonesia dengan aksesori naga China hasil temuannya. Hasilnya sangat mengagumkan.

Ketika sedang bersantai, dirinya senang duduk di ruang keluarga yang terbuka luas mengarah ke beranda sambil menikmati "museum pribadi" nya. “I love to sit here!”, jelasnya mantap sambil duduk santai.

Mira merancang sendiri semua dekorasi rumahnya dan membuat semuanya menjadi satu kesatuan seperti puzzle. Dirinya mengakui bahwa hal ini adalah sebuah tantangan yang besar dalam mengerjakan rumahnya. Ia banyak menggunakan warna netral dengan aksen kayu dan warna merah pada rumahnya, namun untuk gerai Le Souq ia banyak menggunakan warna putih dan abu-abu.

Wanita yang sedang dibuat sibuk dengan bisnis decorating design ini selalu berusaha untuk menyisakan waktu berkumpul bersama keluarga, “Saya suka menghabiskan waktu dengan keluarga dan pergi keluar dengan teman-teman di akhir pekan” jelas Mira. Alasan ini mungkin salah satu penyebab mengapa rumahnya begitu nyaman dan terasa ramah.

Untuk ke depannya, Mira berencana membangun bisnis lini furnitur yang ia kerjakan dengan sahabatnya, Bastiaan. Keduanya memiliki ide yang satu visi mengenai dunia furnitur. Selain itu, dirinya juga tengah menambah koleksi bahan-bahan untuk Le Souq, bersama Aras Ratri Kara, seorang desainer berbakat Indonesia lulusan Tokyo Design Academy.

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top