Menu

Tropically Exotic

Photo: Lindung Soemarhadi Photo: Lindung Soemarhadi Design: Titus Architect

Keseimbangan tatanan lanskap dan bukaan ruang menghadirkan efek sejuk nan eksotik pada hunian tropis bergaya Modern

Terletak di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, hunian asri hasil rancangan Titus Architect ini mengusung konsep Tropical Modern. Mengamati sekeliling fasadnya saja sudah cukup memberikan gambaran bahwa gaya yang diterapkan adalah hunian tropis. Pada bagian fasad, Thomas Titus Hardian, pendiri Titus Architect, memadukan unsur alam seperti batu alam, kayu, serta tumbuh-tumbuhan, sehingga menciptakan pemandangan yang menyegarkan untuk menyambut pemilik rumah maupun tamu yang berkunjung. Thomas mengungkapkan bahwa dalam porses mendesain rumah ini, dirinya mengambil inspirasi dari rumah modern Los Angeles dengan sentuhan Brazil, Karena menurutnya rancangan hunian di sana memiliki nilai sejarah yang kuat. Sentuhan Brazil ditampilkan pada beberapa detail untuk memberi sentuhan sedikit eksotik di bagian fasad. 

Selayaknya rumah dengan gaya tropis yang memiliki banyak bukaan untuk cahaya dan udara, Thomas pun menerapkan hal bukaan jendala, nuansa ruang tidak hanya terang tetapi juga sejuk karena kehadiran penghijauan segar di bagian luar ruangan. Terbiasa mengerjakan proyek rumah tinggal, Thomas selalu memperhitungkan sebab-akibat dari rancangannya agar mampu memenuhi keinginan klien serta menghadirkan kenyamanan semaksimal mungkin. Pada hunian ini Thomas terlebih dahulu memperhitungkan arah datangnya cahaya matahari, agar tujuannya memberikan penerangan alami dapat tercapai tanpa membuat ruangan terasa panas. Pertimbangan ini juga yang dipakainya untuk merancang penempatan bukaan yang mengalirkan sirkulasi alami. Apabila seluruh jendela dibuka, maka akan ada persilangan angin yang mengalir di dalam rumah. Hal ini sejalan dengan tujuannya untuk menciptakan rumah yang terang dan tetap terasa sejuh sepanjang hari. 

Di atas lahan seluas kurang lebih 600m2, Thomas membagi proporsi taman dan bangunana sebanyak 50:50. Desain lanskap senagaja dibuat memanjang ke belakang mingkuti bentuk lahan, dengan maksud agar semua ruangan dalam rumah mendapatkan cahaya matahari secara merata. Secara pribadi, Thomas lebih menyukai penempatan taman di sisi samping memanjang ke belakang dibandingkan dengan layout lanskap hunian konvensional yang biasanya menempatkan taman di bagian depan dan belakan bangunan. Tercetusnya ide ini berawal dari permintaan klien yang menginginkan desain rumah bergaya Bali, kemudian Thomas menafsirkan keinginan klien ini melalui kombinasi rumah bergaya Modern dengan taman tropikal ala Bali.

Perhatian khusus juga diberikan Thomas pada penempatan area servis. Karena tak ingin menganggu aktivitas keluarga di bagian inti rumah, maka area servis seperti dapur kotor dan jemuran ditempatkan di bagian depan rumah. Kamar tidur utama, ruang, keluarga, dapur bersih,kamar mandi, berada di lantai satu, sementara dua kamar anak yang notabene sudah berkeluarga, ditempatkan di lantai dua. Pemilihan material didasarkan pada konsep awal yaitu dekat dengan alam, seperti marmer, batu alam, kayu, dan lain sebagainya. Harmonisasi terlihat lebih mencolok. Demi mangakomodasi kebutuhan klien yang sering mengadakan pertemuan dengan rekannya, Thomas menambahkan area komunal seperti ruang duduk di bagian dalam, luar, serta rooftop. Kolam renang dan taman juga dirancang sebagai area berbincang yang lebih santai, "Menurut saya, arsitek atau desainer tidak sekadar merancang hunian, namun juga gaya hidup klien. Dengan adanya suara air dan segarnya tanaman, kita dapat 'mengubah' gaya hidup pemilik, agar dapat melakukan aktivitas dengan lebih santai walau membawa tamu formal sekalipun," ungkapnya. 

Bagi Thomas selama proses mendesain yang berlangsung selama satu bulan hingga proses pengerjaan, nyaris tidak ada kendala yang dialami. Dirinya berpendapat bahwa kliennya memiliki pemikiran yang sama dengannya, Thomas hanya perlu memberikan beberapa referensi untuk menjelaskan setiap detail desainnya. Meskipun tidak ada kendala, tantangan yang dihadapi tetap ada, yaitu pada saat mengerjakan batu ornamen untuk bagian fasad, Thomas mengaku memerlukan waktu yang cukup lama hingga sample desainnya disetujui oleh sang klien. Namun dengan proses yang demikian, Thomas dan klien mengaku senang dengan hasil rancangannya yang sudah ditempati sekitar setahun yang lalu. 

 

Dipublikasikan dalam majalah Style&Decor edisi Juni 2017

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top