Menu

Juxtaposition Artistry

  • Published in Houses

Tidak selalu berpatokan pada langgam desain yang senada, Andrea Parisio menata apartemen dengan jukstaposisi desain yang ekspresif sekaligus inspiratif.

Sebagai kota yang masih memiliki bangunan tua tak lantas membuat Milan terlihat kuno. Sebaliknya, desainer-desainer dan insan kreatif lokal kerap memadankan kondisi ini dengan produk bergaya Modern. Hal ini terlihat pada salah satu show house Meridiani. Label furnitur asal Italia ini memajang berbagai produk kontemporernya dalam sebuah gedung bersejarah di tengah kota Milan, tak jauh dari Piazza Duomo, Corso Venezia. Adalah hasil kreasi tangan dingin sang Art Director, Andrea Parisio, yang menata tiap ruang di dalamnya untuk menyambut para desainer interior, arsitek, dan retailer dengan hangat. “Rumah pamer” ini diperuntukkan bagi para profesional sekaligus memperkenalkan seluruh furnitur koleksi Meridiani, termasuk elemen dekorasi seperti karpet dan karya seni yang diproduksi dengan jumlah terbatas.

Layaknya bangunan antik di Eropa, bangunan seluas 280 m² ini dihiasi dengan plafon tinggi dengan lantai kayu berpola geometrik, serta ukiran di beberapa elemen interior. Semua furnitur yang ada dalam hunian menggunakan koleksi Meridiani, baik produk lama maupun produk terbaru. Andrea Parisio memiliki andil dalam memperbarui serta mendesain Meridiani, termasuk showroom dan show house, mulai dari display hingga dekorasi interiornya. Tatanan tiap ruang dibuat menjadi seperti rumah asli, hingga membuat nyaman para pengunjungnya serta bisa menjadi inspirasi bagi desainer. Klik disini untuk melihat tempat makan dengan konsep Italian Courtyard pada tahun 1960 di Indonesia.

 

Dipublikasikan dalam majalah Style&Decor edisi April 2017

 

Read more...

Imaginary Resort

  • Published in Houses

Jika desain sebuah rumah merefleksikan pemiliknya, maka hunian milik Reza Wahyudi ini merupakan terjaman dari pola pemikiran yang imajinatif.

Untuk membuat rumah tinggal yang nyaman, hal pertama yang harus diperhatikan adalah denah. Setidaknya hal tersebut yang menjadi dorongan Reza Wahyudi dalam merancang. Ia menyukai pembagian ruang yang lapang, semua serba terbuka hingga tercipta kesan terbuka seperti resor. Reza Wahyudi yang akrab disapa Bobos adalah seorang desainer lokal sekaligus pendiri Bobos Design. Karirnya sebagai desainer interior sudah ia jalani selama 20 tahun lebih. Ia awali proyeknya melalui desain retail, restoran, dan kantor. Ciri desainnya adalah ruang-ruang lapang, terang dengan banyak menggunakan bukaan guna menciptakan pencahayaan maksimal. Selain itu, ia juga dikenal selalu inovatif dalam mendesain. Ia suka menggunakan barang-barang yang tidak lazim untuk dijadikan dekorasi rumah. Contohnya, ia pernah menggunakan mangkuk almunium untuk membuat kap lampu di salah satu proyek desainnya.

Karakter dalam merancang juga diterapkan dalam rumah pribadinya yang ia bangun di atas tanah seluas 600m2. Awalnya bangunan rumah sudah ada, namun ia rombak dan renovasi besar-besaran demi mencapai rumah bergaya resor yang diinginkan. Dirinya membuang dinding yang membatasi dengan jendela dan pintu kaca. "Sebelumnya saya memberikan tirai dan blind pada pintu-pintu dan jendela, namun seiring berjalannya waktu, saya mulai melepaskan tutupan tersebut dan membiarkannya terbuka untuk meninggalkan kesan gelap pada rumah," kenang Bobos. Modifikasi ini membuat rumah terlihat lapang dan terang, salah satu keuntungan rumah ini adalah tidak adanya bangunan yang melebihi tinggi rumah di seklilingnya. Sehingga keluarga dan tamu yang datang dapat menikmati pemandangan area teras dengan cahaya langit yang cerah.

Area outdoor merupakan wilayan kolam renang yang berhadapan dengan gazebo besar dilengkapi dengan meja makan dan area duduk. Dinding sekeliling taman dipenuhi dengan tanaman merambat, memberikan kesan sejuk dan hijau yang telrihat jauh dari dalam rumah. Bobos mendekorasi rumah dengan produk-produk iconic dari mancanegara, sebut saja Philippe Starck, Alessi, Kartell, Dan lainnya. Ia juga memadukannya dengan karya-karya seni yang ia pajang di seluruh sudut rumah, termasuk area outdoor. Terdapat perahu besar terpanjang di tengah kolam renang yang ia datangkan dari Bali. Jika ditanya mengenai tema, ia mengaku tidak memiliki tema spesifik untuk rumah ini, "Renovasi dan perubahan kecil maupun besar sering terjadi seiring waktu berjalan, sesuai dengan keinginand an kebutuhan," ceritanya seraya tertawa.

Dirinya menatap tiap detail dalam huniannya, tak terkecuali area dapur. Ia merancang dapur sedemikian rupa agar dapat digunakan dengan nyaman saat menyajikan hidangan kepada tamu. Dirinya beberapa kali mengutak atik desain dapur agar selaras dengan keingnan. Semua permukaan pada dapur dilapisi dengan laminate, tak terkecuali lemari pendingin, hingga semua terlihat seragam.

Dari sekian banyak cerita pengalaman karirnya di dunia interior, Bobos menambahkan bahwa gaya hidup seseorang dapat merefleksikan gaya ruamhnya. "Bentuk dan gaya rumaha dalah cerminan dari pemilik rumah, bukan menampilkan gaya desainernnya," jelas Bobos. Sebagai seorang yang gemar menyambut tamu, ia pun merancang hunian dengan bentuk yang senyaman mungkin dengan banyak area duduk. Di rumah ini, tamu dapat bersantai di gazebo, mengobrol di ruang keluarga, atu menikmati makanan sajian hasil racikannya di breakfast nook di dapur.

 

Dipublikasikan dalam majalah Style&Decor edisi Mei 2017

Read more...

Tropically Exotic

  • Published in Houses

Keseimbangan tatanan lanskap dan bukaan ruang menghadirkan efek sejuk nan eksotik pada hunian tropis bergaya Modern

Terletak di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, hunian asri hasil rancangan Titus Architect ini mengusung konsep Tropical Modern. Mengamati sekeliling fasadnya saja sudah cukup memberikan gambaran bahwa gaya yang diterapkan adalah hunian tropis. Pada bagian fasad, Thomas Titus Hardian, pendiri Titus Architect, memadukan unsur alam seperti batu alam, kayu, serta tumbuh-tumbuhan, sehingga menciptakan pemandangan yang menyegarkan untuk menyambut pemilik rumah maupun tamu yang berkunjung. Thomas mengungkapkan bahwa dalam porses mendesain rumah ini, dirinya mengambil inspirasi dari rumah modern Los Angeles dengan sentuhan Brazil, Karena menurutnya rancangan hunian di sana memiliki nilai sejarah yang kuat. Sentuhan Brazil ditampilkan pada beberapa detail untuk memberi sentuhan sedikit eksotik di bagian fasad. 

Selayaknya rumah dengan gaya tropis yang memiliki banyak bukaan untuk cahaya dan udara, Thomas pun menerapkan hal bukaan jendala, nuansa ruang tidak hanya terang tetapi juga sejuk karena kehadiran penghijauan segar di bagian luar ruangan. Terbiasa mengerjakan proyek rumah tinggal, Thomas selalu memperhitungkan sebab-akibat dari rancangannya agar mampu memenuhi keinginan klien serta menghadirkan kenyamanan semaksimal mungkin. Pada hunian ini Thomas terlebih dahulu memperhitungkan arah datangnya cahaya matahari, agar tujuannya memberikan penerangan alami dapat tercapai tanpa membuat ruangan terasa panas. Pertimbangan ini juga yang dipakainya untuk merancang penempatan bukaan yang mengalirkan sirkulasi alami. Apabila seluruh jendela dibuka, maka akan ada persilangan angin yang mengalir di dalam rumah. Hal ini sejalan dengan tujuannya untuk menciptakan rumah yang terang dan tetap terasa sejuh sepanjang hari. 

Di atas lahan seluas kurang lebih 600m2, Thomas membagi proporsi taman dan bangunana sebanyak 50:50. Desain lanskap senagaja dibuat memanjang ke belakang mingkuti bentuk lahan, dengan maksud agar semua ruangan dalam rumah mendapatkan cahaya matahari secara merata. Secara pribadi, Thomas lebih menyukai penempatan taman di sisi samping memanjang ke belakang dibandingkan dengan layout lanskap hunian konvensional yang biasanya menempatkan taman di bagian depan dan belakan bangunan. Tercetusnya ide ini berawal dari permintaan klien yang menginginkan desain rumah bergaya Bali, kemudian Thomas menafsirkan keinginan klien ini melalui kombinasi rumah bergaya Modern dengan taman tropikal ala Bali.

Perhatian khusus juga diberikan Thomas pada penempatan area servis. Karena tak ingin menganggu aktivitas keluarga di bagian inti rumah, maka area servis seperti dapur kotor dan jemuran ditempatkan di bagian depan rumah. Kamar tidur utama, ruang, keluarga, dapur bersih,kamar mandi, berada di lantai satu, sementara dua kamar anak yang notabene sudah berkeluarga, ditempatkan di lantai dua. Pemilihan material didasarkan pada konsep awal yaitu dekat dengan alam, seperti marmer, batu alam, kayu, dan lain sebagainya. Harmonisasi terlihat lebih mencolok. Demi mangakomodasi kebutuhan klien yang sering mengadakan pertemuan dengan rekannya, Thomas menambahkan area komunal seperti ruang duduk di bagian dalam, luar, serta rooftop. Kolam renang dan taman juga dirancang sebagai area berbincang yang lebih santai, "Menurut saya, arsitek atau desainer tidak sekadar merancang hunian, namun juga gaya hidup klien. Dengan adanya suara air dan segarnya tanaman, kita dapat 'mengubah' gaya hidup pemilik, agar dapat melakukan aktivitas dengan lebih santai walau membawa tamu formal sekalipun," ungkapnya. 

Bagi Thomas selama proses mendesain yang berlangsung selama satu bulan hingga proses pengerjaan, nyaris tidak ada kendala yang dialami. Dirinya berpendapat bahwa kliennya memiliki pemikiran yang sama dengannya, Thomas hanya perlu memberikan beberapa referensi untuk menjelaskan setiap detail desainnya. Meskipun tidak ada kendala, tantangan yang dihadapi tetap ada, yaitu pada saat mengerjakan batu ornamen untuk bagian fasad, Thomas mengaku memerlukan waktu yang cukup lama hingga sample desainnya disetujui oleh sang klien. Namun dengan proses yang demikian, Thomas dan klien mengaku senang dengan hasil rancangannya yang sudah ditempati sekitar setahun yang lalu. 

 

Dipublikasikan dalam majalah Style&Decor edisi Juni 2017

Read more...
Subscribe to this RSS feed