Menu

Art Life

  • Published in News

Beberapa tahun belakangan karya seniman Jepang, Yayoi Kusama, sering menjadi bahan perbincangan di kalangan pecinta seni. Wanita berusia 89 tahun ini terkenal dengan gaya seninya yang kontemporer. Kesuksesannya di Jepang berawal pada tahun 50 ketika ia memakai media cat air, gouache, dan minyak pada kertas untuk karya-karyanya yang abstrak. Dan pada saat itu juga ia mulai menggambar pada permukaan berbagai macam benda, seperti dinding, pintu, kanvas, perabot rumah, bahkan di tubuh asistennya dengan corak polkadot yang hingga kini menjadi ciri khasnya. Pola polkadot ini muncul dari alam halusinasinya. Dari usia mudanya, Yayoi memiliki kelainan jiwa yang membuatnya sering berhalusinasi, namun dorongannya sebagai seniman membuat gambaran-gambaran di kepala tersebut menjadi sebuah karya seni.

Photography MACAN

Ia meninggalkan Jepang di usia 27 tahun untuk tinggal di Amerika Serikat. Ia membuka ekshibisi di Seattle di Zoe Dusanne Gallery dan tinggal disana selama satu tahun lalu pindah ke New York. Setelah beberapa tahun AS, ia kembali ke Jepang di tahun 1973 karena penyakitnya semakin parah. Sebagai bentuk penghargaan akan karyanya, banyak museum yang memajang seninya, dan salah satunya adalah sebuah museum kontemporer baru di Jakarta, Museum Macan (Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara). Ini merupakan pameran karya Yayoi terbesar yang pernah diadakan di Jakarta, meliputi 130 karyanya selama 70 tahun.  

Photography MACAN Photography MACAN

Ekshibisi bertajuk “Yayoi Kusama: Life Is The Heart Of A Rainbow” ini mulai dibuka pada 12 Mei lalu, dan berakhir pada 9 September 2018. Diselenggarakan oleh National Gallery Singapore and Queensland Art Gallery, Gallery of Modern Art, Brisbane, Australia berkolaborasi dengan Museum Macan. Segala karya ciri khas Yayoi dapat Anda temukan di sana, mulai dari corak polkadot hitam pada dasar kuning hinga ruang dengan cermin tanpa batas.

Photography MACAN 

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed