Menu

Han Awal

Han Awal/Arsitek

Adalah seorang pakar di bidang arsitektur. Salah satu karyanya membuahkan penghargaan International Awards of Excellence UNESCO Asia Pacific Heritage untuk Gedung Arsip Nasional. Sang ahli lulusan Technische Hogenschool di Delft, Belanda, ini menjelaskan mengapa begitu cinta dengan bangunan bersejarah. 

Bagaimana Anda pertama kali memulai karier sebagai arsitek di Indonesia?

Zaman dahulu arsitek belum banyak, hanya berjumlah sekitar 20 orang. Saat itu umumnya kami mendapatkan pekerjaan yang langsung ditunjuk oleh Bapak Ir. Soekarno. Peraturan pun belum sebanyak sekarang. Para arsitek yang baru lulus dapat mengerjakan proyek. Kala itu saya baru saja mulai bekerja di salah satu biro estetika, ibaratnya magang. Di situlah saya pertama kali berkenalan dengan Bapak Frederich Silaban, Arsitek Mesjid Istiqlal. Salah satu proyek pertama saya adalah bangunan yang kini menjadi Hotel Grand Hyatt, Jakarta. 

Siapa yang menjadi inspirasi Anda? 

Para guru dan Presiden pertama kita. Saya pernah bekerjasama dengan Bapak Soekarno, semua gambar harus melewati asistensi beliau saat itu. Saya kagum dengannya, karena Bapak  menurunkan level Presiden-nya menjadi ahli bangunan. Di situ saya belajar cara bersikap dengan setiap orang. 

Untuk selengkapnya silakan baca majalah Style&Decor edisi Mei 2016.

Read more...

Adhi Moersid

Adhi Moersid/Arsitek

Beliau terjun dalam perencanaan arsitektur CONEFO (kini kompleks MPR/DPR). Pria lulusan ITB 1968 ini aktif dalam organisasi profesi dan menjabat sebagai ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) tahun 1985-1987. Dirinya memiliki segudang pengalaman, termasuk bekerja sama dengan Frank Gehry dan Zaha Hadid. Salah satu founding father Atelier 6 yang telah berdiri sejak tahun 1968 ini banyak bertutur mengenai lokalitas dan arsitektur tropis.

Bagaimana Anda menerapkan desain terkini pada tempat beriklim tropis?

Pada prinsipnya arsitek memiliki tugas dan kewajiban untuk membuat desain yang patuh pada peraturan berlaku. Tren desain terkini adalah ramah lingkungan dan turut melaksanakan MDG (Millennium Development Goal). Sejauh mungkin kami melaksanakan prinsip tersebut dan menjalin persahabatan dengan iklim ke dalam dan luar ruang dengan ukuran yang nyaman.     

Bagaimana menggabungkan unsur lokalitas dengan desain Modern?

Lokalitas adalah hal yang menyangkut potensi dan karakteristik lahan. Secara sadar mengaitkan arsitektur dengan potensi dan karakteristik site seperti konteks kultur, iklim, dan kesejahteraan setempat. Ini merupakan cara menggabungkan lokalitas dengan desain Modern. Konsep yang membuat arsitek bukan sekadar pencipta bentuk baru, tapi juga pemberi makna baru.     

Untuk selengkapnya silakan baca majalah Style&Decor edisi Mei 2016.

Read more...
Subscribe to this RSS feed