Menu

Banner Oktober 2016

Plataran Menteng

Sebagai area pusat kota Jakarta, Menteng memiliki banyak bangunan bersejarah di sekitarnya. Tak sedikit bangunan yang mendapat perlindungan dari pemerintah daerah untuk tetap dijaga keasliannya. Seperti salah satu restoran baru yang dikelola oleh grup Plataran. Di sudut kawasan H.O.S Cokroaminoto no. 42, fasad bantunan antik bergaya Kolonial sangat menarik perhatian. Dengan pintu besar terukir, Plantaran Menteng membuka cabang untuk menyambut para pelanggannya di bilangan Jakarta Pusat. Berbeda dengan Plataran Dharmawangsa yang memiliki gaya tradisional Jawa, Plataran Menteng memberikan suasana Indonesia tempo doeloe. 

Arsitektur Kolonial tak hanya terlihat pada tampak depan, namun juga pada elemen interior, seperti lantai, dinding, bar, termasuk pembagian ruang, dan inner courtyard di tengah bangunan. Plataran Menteng membagi area makan dalam beberapa ruang dan kategori. Mulai dari area restoran dan bar di lantai dasar, loung di lantau dua dan tiga, dan rooftop di lantai paling atas. Dengan besarnya bangunan yang dmiliki, Plataran menempatkan area-area VIP di lantai dua dan tiga dalan banyak pilihan, tema, dan ukuran. 

Masih sama dengan menu-menu Plataran lainnya, Plataran Menteng juga menyajikan hidangan autentik Indonesia dengan presentasi yang lebih modern. Anda juga dapat menikmati masakan dalam porsi yang besar untuk dinikmati bersama keluarga dan kolega. Beberapa di antaranya ialah bebek mawur dan kerabu pucuk polong yang menjadi andalan.

Read more...

Here Comes the Sun

  • Published in Houses

Di pulau kecil, indah, dan identik dengan berlibur seperti Bali, desain vila atau rumah peristirahatan adalah hal yang paling diutamakan bagi para pemilik properti, baik untuk rumah pribadi maupun komersil. Hunian-hunian di pulau ini masih lekat dengan nilai-nilai budaya, walau ditampilkan dalam desain Modern sekali pun. Kebudayaan yang kental inilah yang membuat bangunan-bangunan di Bali menjadi sangat spesial. Peleburan elemen etnik ke dalam desain Modern bisa sangat menimbulkan hasil di luar dugaan. Seperti terlihat pada Chili Hilly. Vila dengan dua kamar tidur ini berdiri tegak di atas sebidang tanah dengan pemandangan lembah menuju Sungai Ayung.

Vila ini merupakan salah satu proyek interior garapan studio desain di Bali, Word of Mouth. Seperti sebuah rumah teras tradisional, Chili Hilly didesain dengan konsep open plan. Kesan kontemporer digambarkan pada garis desain dan pemilihan warnanya. Tampak depan hunian memakai material utama berupa batu bata yang terlihat di seluruh dinding luar rumah. Selain bebatuan, elemen seperti kayu, batu coral, beton, dan tiang-tiang besi terlihat pada desain eksterior dan struktur Chili Hilly. Hampir semua ruangan dibuat terbuka hingga nyaris menyatu dengan taman di sekelilingnya. Ruang terbuka dapat terlihat pada ruang keluarga, ruang makan, dan dapur yang tergabung menjadi satu tanpa jendela atau pun pintu di sekelilingnya. Vila ini dikelilingi kebun yang dipenuhi pepohonan rimbun dan hamparan rumput hijau yang menjadi pemandangan utamanya. Kolam renang yang berada di tengah area penghijauan menambah rasa segar, seperti sebuah oase. 

Terdapat lantai mezzanine yang berada tepat di atas dapur. Tim desainer memanfaatkannya sebagai ruang santai yang bisa digunakan untuk ruang baca. Jika dilihat dari lantai ini, seluruh rumah terlihat seperti maket interior; berbentuk kotak dengan dinding pembatas. Yang menarik dari dinding-dinding pembatas tersebut adalah material pelapis yang digunakan. Seluruh dinding dibungkus dengan panel-panel kayu, membuatnya terlihat seperti rumah pantai tradisional dengan tampilan Modern Kontemporer. 

Valentina Audrito dan Abhishake Kumbhat, duo desainer sekaligus pendiri Word of Mouth, menata tiap ruang menggunakan berbagai furnitur yang saling bertabrakan dengan desain dan bentuk yang menarik. Tidak ada satu area atau sudut pun yang lepas dari sentuhan desainnya. Komposisi dari kekontrasan dan seni berperan besar dalam membangun interior rumah. Banyak eksekusi desain yang terlihat sangat menyeni. Salah satunya terlihat pada langit-langit rumah yang bergambar abstrak seperti coretan asal namun bernilai seni tinggi dan sangat sesuai dengan tema seluruh rumah. Karya seni tersebut terjalin hingga kamar-kamar tidur. Ide desain kontemporer yang ditumpahkan oleh Word of Mouth pada Chili Hilly pada bangunan khas Bali melahirkan sebuah hunian eksentrik layaknya sebuah galeri yang sangat berkarakter dengan lingkungan asri.  

Read more...

Lion Pot

  • Published in News

Sekilas seperti sebuah patung bergaya Klasik yang biasa dijumpai di bangunan tua. Namun sebenarnya benda ini merupakan pot tanaman dari Garden Glory, sebuah brand desain aksesori taman. Produk bernama Lion Pot berikut terbuat dari terracotta berwarna hitam, sementara anting di kuping singa terbuat dari kuningan. Dengan tinggi 40 cm, Lion Pot cocok untuk menghias taman dan memberikannya kesan kastil dengan sentuhan Modern. Jika tidak digunakan sebagai wadah tanaman, Lion Pot akan tetap terlihat bagus sebagai hiasan taman.

Read more...
Subscribe to this RSS feed