Menu

Hotel Whistler, Paris

Hotel Whistler memberikan akses terbatas untuk para wisatawan yang ingin merasakan bermalam di lokomotif dengan atmosfir Art Deco pada abad 21.

Sebagai seorang penulis yang sudah dikenal, Agatha Christie ataupun Ian Fleming pandai memainkan kata-kata untuk menarik imajinasi para pembaca, terutama Christie pada kisah di Orient Express yang mendeskriprsikan kereta ekslusif dengan penataan Art Deco. Ada yang menyebutnya dengan istilah midnight blue train dikarenakan banyaknya palet warna biru yang terlalu mendominasi ruangan. Pun merupakan salah satu cara Jim Clay sebagai produk desainer film Murder on Orient Express menyiptakan lokomotif yang sangat autentik untuk menarik hasrat penonton.

Bagi beberpa penyimak yang terbawa oleh penataan mewah Jim Clay, salah satu seniman atau bisa dikatakan sebagai interior desainer turunan Belgium dan Lebanon Sandrine Alouf mewujudkan tempat penginapan yang berlokasi di Gare du Nord, Paris dengan memainkan banyak panel dan dingin berlapis kain untuk yang ingin merasakan pengalaman berada di kereta dengan atmosfir ekslusif abad ke 21. Misterius namun luks untuk penginapan yang baru saja membuka tirainya di akhir tahun 2017.

Layaknya sebuah kereta yang tidak berjalan, Whistler sebagai hotel memberikan pengalaman berbeda dari jajaran butik hotel lainnya. Material bludru, kain, kulit, ataupun kuningan yang telah dipoles menghidupkan suasana kamar tidur dengan sentuhan dekorasi saat masa emas pada 31 'kabin' terbatas yang ditawarkan. Memang menjadi tamu istimewa ditempat penginapan penuh kejutan tidak mudah dirasakan oleh sembarang wisatawan, hanya beberapa turis terpilih yang mendapatkan akses khusus untuk bermalam di kabin untuk perjalanan yang tak terduga. Klik disini untuk melihat ekshibisi seni kontemprer dari ROH Project.

Read more...

The Hoxton, Paris

Di penghujung tahun 2017, The Hoxton baru saja membuka tirainya yang diharapkan dapat menjadi hotel yang melestarikan bangunan bersejarah kota Paris

Untuk kalangan profesional, perjalanan bisnis nampaknya menjadi rutinitas yang diperlukan untuk kepentingan profesinya. Dari sebagian industri, terutama bidang kreatif, Paris menjadi destinasi yang dapat memberikan inspirasi baru. Bangunan-bangunan klasik menjadi ikon yang terekspos dari rancangan para arsitek bersejarah dan penuh idealisme. Salah satuya arsitektur Nicolas d’Obray, bangunan yang terletak pada Rue du Sentier 2nd Arrondissement merupakan bangunan yang sudah berdiri sejak abad kepemimpinan Louis XV.

Banyak konvensi yang berlanjut setelah abad pertengahan ke-18 itu, mulai dari tempat dari penasihat kerajaan, hingga butik pakaian. Pun pernah menjadi bangunan mati selama sepuluh tahun. Memakan waktu empat tahun, di penghujung tahun 2017 peresmian hotel The Hoxton dengan fasad yang ekstensif menjadi harapan baru untuk melestarikan bangunan historis ini.

Mengajak desainer lokal untuk berkolaborasi seperti Humbert & Poyet, Soho House, dan Ennismore Creative Studio. Tempat penginapan The Hoxton dengan tampilan ruangan kontemporer dari 172 kamar, area publik, maupun area meeting yang dirancang unik dan memudahkan Anda untuk mengadakan pertemuan tahunan. Di sisi lain, banyak aspek yang direstorasi dan direlokasi untuk memperkuat keindahan rancangan baru tempat penginapan Ini. Rivie dan Jacques Bar, ikut serta dalam memberikan pengalaman serupa untuk para tamu yang ingin merasakan esensi megahnya kota Paris abad ke-18. Klik disini untuk melihat hunian di Surabaya bergaya America.

Read more...

Okko Hotel, Paris

Okko Hotel yang dibangun oleh Jean-Michel Wilmotte dengan bantuan interior desainer Patrick Norguet berhasil memainkan torehan warna cerah untuk masing masing ruangan termasuk 149 kamar tidur.

Bisa dibilang Okko Hotel Paris Porte de Versailles adalah salah satu penginapan bintang empat yang sesuai untuk perjalanan bisnis. Bukan sekadar lokasinya yang terletak di pusat perkotaan yang dekat dengan fasilitas umum, namun pemilihan karakter interior dapat menjadi opsi lain sebagai destinasi pilihan tempat bersinggah bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan berlibur.

Dibangun oleh arsitek Jean-Michel Wilmotte, fasad hotel berlapis kaca ini memiki bentuk bergaya Modern. Hal ini dilakukan untuk menyelaraskan diri dengan lingkungan sekitar yang tengah menjalani regenarsi. Sang arsitek juga turut dibantu oleh Patrick Norguet, desainer interior yang merancang desain pada 149 kamar tidur dan sarana umum diseluruh ruangan.

Walau menggunakan desain Modern dan didomanasi oleh warna-warna dasar, namun keduanya mendekorasi interior dengan memainkan polesan warna cerah untuk menghidupkan ruangan. Terlihat skema warna terang pada meja, kain pelapis sofa, dan kursi, hingga permadani, dan rak penyimpanan. Seluruhnya tampil sedemikian rupa agar terlihat dinamis dan atraktif. Presentasi yang demikian memberi inspirasi kepada para tamu yang menginap. Sengaja menggunakan konsep sederhana, Okko Hotel ingin menyambut para tamu yang ingin merasakan pengalaman bersantai layaknya sebuah hunian pribadi. Klik disini untuk melihat koleksi untuk ruang tidur Anda dari label Porro.

Read more...
Subscribe to this RSS feed