Menu

Pop-up Restaurant

  • Published in Event

Sebagai desainer interior, tentu kreativitas dalam menciptakan karya tidak memiliki keterbatasan. Pun yang dilakukan oleh desainer interior lokal, Kezia Karin saat meramaikan pameran seni Art Jakarta pada lahan milik Viro. Sebagai produser material anyaman, Viro menggandeng Kezia Karin untuk menghadirkan restoran pop-up yang dapat menjamu para tamu ekshibisi. Melihat bahwa material anyaman kerap digunakan untuk ruangan terbuka, Kezia Karin mengubah stereotype dengan menggunakan material anyaman yang juga dapat dipadu-padankan untuk area dalam ruang. Terlihat anyaman berbentuk bunga pada area restoran yang terinspirasi dari kebaya encim, Serta anyaman yang menyerupai pohon yang disinggahi oleh dua ekor burung. Untuk memperindah ruangan, Kezia Karin mengajak Larch Studio dalam memperkuat konsep tropikal  dengan memilih pepohonan hijau yang cocok untuk menjadi dekorasi di dalam ruang.

 

Read more...

Lewis & Carroll Dessert Bar

Sebagai tempat jamuan teh yang menarik perhatian kaum urban, saat membuka butik pertamanya, Lewis & Carroll ingin memperkenalkan jamuan teh yang tidak hanya sekadar sebagai gaya hidup sehat. Ia juga ingin mengedepankan kudapan manis dengan berbagai varian menu teh. Inilah yang ditawarkan pada gerai barunya di area Crystal Lagoon, Senayan City Jakarta kepada masyarakat luas. 

Bersinergi kembali dengan Vin.Da.te Interior & Architecture untuk menghadirkan butik ketiganya yang fokus pada penyajian menu hidangan manis dengan penataan berkesan mewah dan ekslusif. Pada butik dessert lab ini, Ayu Kurnia Tendike Pisarta, salah satu desainer, menjelaskan Lewis & Carroll memiliki karakter desain yang memadukan permainan warna halus dengan material marmer. Kemudian dikombinasikan dengan elemen kayu dan kuningan. Fungsinya untuk dapat memberikan kenyamanan para tamu saat meluangkan waktu di butik. 

  

  

Demi mengistimewakan para pengunjung, ruang makan didekorasi dengan berbagai furnitur khusus yang dirancang langsung oleh Poros  Living dengan warna netral. Layaknya sebuah tempat makan yang memberikan pengalaman berbeda, Lewis & Carroll Desert Bar dilengkapi dengan stool untuk memperlihatkan cara menata kudapan sebelum disuguhkan kepada para tamu. Menikmati secangkir teh dan melihat cara penataan penyusunan kudapan nampaknya dapat menghidupkan waktu ‘manis’ Anda disaat senja. 

Read more...

Mr. Fox, Jakarta

Selain hidangan, karakter fiksi kerap menjadi inspirasi dalam menciptakan sebuah label, tak terkecuali brand sebuah restoran. Seperti yang dilakukan satu grup restoran dan lifestyle, Ismaya Group, ketika meluncurkan Mr. Fox. Bitte Design Studio berusaha menghidupkan karakter fiksi Mr. Fox, yang memiliki perilaku mempesona, cerdik, dan penuh daya pikat, ke dalam perancangan interiornya. “Kami menggunakan konsep yang sesuai untuk casual dining place dengan memainkan repetitif material dan wooden panel yang melapisi semua bidang. Gaya yang kami gunakan mengarah kepada eklektik modern, dengan elemen penghijauan serta furniture mid-century,” tutur Agatha Carolina, Salah satu pendiri Bitte Design Studio.

Sangat terbuak dengan budaya dan penemuan baru, Mr. Fox mempercayakan Executive Chef asal Melbourne, Vebrina Hadi, untuk menjadi kepala dapur yang mengelola santapan fusion yang selaras untuk dipadupadankan dengan bumbu-bumbu khas Indonesia, salah satunya ialah pan roasted seabass yang memiliki butter pecel. Selain hidangan makan siang dan makan malam, Mr. Fox juga memiliki sederet minuman hasil racikan tangan para barista berpengalaman, seperti det ada Holmes, minuman kesukaannya yang disajikan ke dalam gelas berbentuk pipa. Para tamu tidak hanya mendapatkan pengalaman bersantai, namun juga sensasi yang dirasakan oleh Mr. Fox saat menikmati momen kasual.

Read more...

Pippo, Jakarta

Biko Grup menggaet firma arsitek Djuhara+Djuhara untuk merancang tempat makan barunya yang menawarkan santapan dari Laut Mediterania.

Munculnya berbagai restoran Italia baru di dalam negeri seakan menunjukan bahwa hidangan negeri Laut Mediterania selalu menjadi incaran masyarkat. Hal ini diakui Biko Grup dengan meluncurkan restoran Italia bernama Pippo di Senayan City beberapa waktu lalu. Keseriusannya tak hanya menyajikan hidangna khas Italia, namun juga terlihat dari perancangan interior. Pippo menggaet firma arsitek Djuhara+Djuhara untuk menghadirkan suasana tempat makan dengan interior yang memiliki sentuhan Italia berkonsep alfresco dining. Area indoor didominasi oleh palet alami untuk memberi kesan hangat, sementara bagian teras dihasi dengan keasrian tanaman dan air terjun buatan.

Berusaha menyajikan jamuan khas Italia, Pippo memiliki santapan spesialnya yang diawali dengan menu aperitivo seperti buratta e pomodorini. Untuk hidangan utama, Pippo menawarkan pilihan primo, secondo lamb chopped dan tagliatelle carbonara bacon. Tak tertinggal variasi menu pizzayang menjadi ciri khas negeri Italia. Untuk menutup jamuan, penggemar kuliner wajib menyicipi contorno untuk jamuan manis dan racikan minuman dari menu dolce and digestive.

Read more...
Subscribe to this RSS feed